Gus Ipul Memilih Tunaikan Tugas Negara Ketimbang Terjun ke Gelanggang Perebutan Kursi Ketua Umum PPP

Avatar photo

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul. (Instagram.com @gusipul_id)

Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul. (Instagram.com @gusipul_id)

JAKARTA — Nama Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, kembali mengambang di permukaan setiap kali Partai Persatuan Pembangunan bersiap menggelar muktamar.

Seperti kabar yang tak pernah benar-benar pergi, ia kembali disebut-sebut sebagai kandidat kuat Ketua Umum PPP menjelang perhelatan akbar partai yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus hingga September 2025.

Tapi Gus Ipul memilih angkat bicara, kali ini dengan nada yang lebih tegas dan terang: tidak.

“Selalu saja saya disebut setiap Muktamar PPP,” ujarnya usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Sosial, Kamis sore itu.

“Tapi saya terus terang, tidak ada minat, tidak ada keinginan. Saya ya nuntaskan tugas-tugas saya dulu.”

Pernyataan itu ia sampaikan seusai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat – sebuah program pendidikan alternatif yang sedang dikembangkan Kemensos.

Di tengah kesibukannya memimpin kementerian yang mengurusi urusan rakyat paling bawah, Gus Ipul mengaku belum tertarik untuk kembali ke gelanggang politik partai secara langsung.

Alih-alih bicara peluang atau dukungan, mantan Wakil Gubernur Jawa Timur itu lebih memilih menyampaikan kekhawatirannya soal kesejahteraan sosial.

Baginya, pekerjaan di Kementerian Sosial masih menumpuk.

Ia menyebut masih banyak PR soal pengentasan kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, yang harus dituntaskan lebih dulu.

“Saya masih punya tanggung jawab besar,” katanya.

Sikap mundur pelan-pelan dari bursa Ketum PPP ini muncul sehari setelah Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuziy, atau Romy, melempar wacana tentang perlunya wajah baru memimpin partai berlambang Kabah itu.

Dalam pernyataannya, Romy menyebut beberapa nama dari luar PPP yang berpotensi memimpin partai: dari Gus Ipul, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, hingga mantan Ketua DPR Marzuki Alie.

Sementara dari internal, hanya tiga nama yang disebut Romy: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Sekjen PPP Arwani Thomafi, dan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Gus Yasin (Taj Yasin Maimoen).

Dalam dinamika PPP menjelang muktamar, nama-nama dari luar partai memang kerap dimunculkan sebagai solusi jalan tengah: untuk menyatukan faksi-faksi yang selama ini saling bersilang kepentingan. Tapi apakah itu cukup?

Gus Ipul sendiri tampaknya tak tertarik menjadi bagian dari eksperimen tersebut.

Meskipun rekam jejak politiknya – mulai dari aktivis, gubernur, hingga menteri – membuatnya pantas disebut sebagai tokoh nasional, Gus Ipul memilih posisi diam.

Bukan karena tak sanggup, tapi karena, mungkin, ia merasa waktunya belum tepat.

Di matanya, tanggung jawab sosial lebih mendesak ketimbang tarik-menarik kursi kekuasaan.

Untuk saat ini, ia memilih menuntaskan mandat negara. Sementara partai – dan riuh rendah politiknya – biarlah berjalan sendiri dulu.***

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Center (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Sawitpost.com dan Harianinvestor.com

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Sepintas.com dan Harianindonesia.com

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Yogyaraya.com dan Haipurwakarta.com

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Gagal di BPIP, Jadwal Baru Sedang Diatur Secara Khusus
Di HUT Partai Golkar, Presiden Prabowo Subianto Sebut Merasa Nyaman dengan Kehadiran Puan Maharani
Hitung Cepat Versi Litbang Kompas, Pasangan Khofifah – Emil Sementara Unggul di Pilkada Jatim 2024
Usai Nyoblos, Presiden Prabowo Subianto Bercengkrama dengan Warga Bojong Koneng, Bogor
Prabowo Subianto Berulangtahun, Khofifah Indar Parawansa dan Para Buruh di Sidoarjo Berikan Al-Fatihah
Minta Maaf untuk Pak Harto, Mbak Tutut: Apa yang Dilakukan Saat iitu demi Kepentingan Bangsa dan Negara
Jaga Hubungan Tetap Harmonis, Calon Wakil Walikota Malang: Nggak Akan Ithik – Ithik Abah Anton
Polri Ungkap Sebanyak 8 Provinsi yang Masuk Kategori Rawan Konflik di Gelaran Pilkada Serentak 2024

Berita Terkait

Rabu, 21 Mei 2025 - 15:45 WIB

Pertemuan Prabowo Subianto dan Megawati Gagal di BPIP, Jadwal Baru Sedang Diatur Secara Khusus

Jumat, 16 Mei 2025 - 08:01 WIB

Gus Ipul Memilih Tunaikan Tugas Negara Ketimbang Terjun ke Gelanggang Perebutan Kursi Ketua Umum PPP

Sabtu, 14 Desember 2024 - 08:28 WIB

Di HUT Partai Golkar, Presiden Prabowo Subianto Sebut Merasa Nyaman dengan Kehadiran Puan Maharani

Kamis, 28 November 2024 - 09:25 WIB

Hitung Cepat Versi Litbang Kompas, Pasangan Khofifah – Emil Sementara Unggul di Pilkada Jatim 2024

Rabu, 27 November 2024 - 16:00 WIB

Usai Nyoblos, Presiden Prabowo Subianto Bercengkrama dengan Warga Bojong Koneng, Bogor

Berita Terbaru