Top 3 Reksadana Pasar Uang dengan NAB per Minimum Pembelian Terendah

Avatar photo

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hello Jatim | Reksadana pasar uang seperti reksadana pasar uang di Makmur.id menjadi pilihan menarik untuk investasi dengan risiko rendah dan likuiditas tinggi. Reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang berinvestasi pada instrumen pasar uang seperti deposito dan surat berharga jangka pendek. Oleh karena itu, reksadana ini menawarkan risiko yang relatif rendah dan dana bisa dicairkan dengan mudah. Kenaikan nilai aktiva bersih (NAB) biasanya stabil, tapi tidak setinggi reksadana saham.

Bagi Anda yang baru ingin mulai investasi, memilih reksadana dengan nilai aktiva bersih (NAB) per minimum pembelian terendah bisa menjadi langkah tepat untuk memaksimalkan dana yang dimiliki. Selain itu, investasi reksadana juga memberikan kemudahan diversifikasi portofolio tanpa harus memahami pasar secara mendalam.

Lantas, apa saja produk reksa dana yang direkomendasikan? Berikut adalah tiga reksadana pasar uang dengan NAB per minimum pembelian terendah yang bisa menjadi referensi Anda. Data yang digunakan diambil pada tanggal 28 Juli 2026, sehingga informasi ini bisa membantu mempertimbangkan pilihan terbaik sebelum memulai.

1. BRI Seruni Pasar Uang Syariah

Salah satu opsi dengan minimum pembelian paling terjangkau adalah BRI Seruni Pasar Uang Syariah. Produk ini memiliki minimum pembelian hanya Rp5.000, sehingga sangat ramah bagi Anda yang ingin mulai berinvestasi dengan modal kecil. Kinerja dalam satu tahun terakhir menunjukkan kenaikan sekitar 3,97%.

Dana kelolaan atau asset under management (AUM) yang tercatat sebesar Rp1,44 triliun menunjukkan bahwa produk ini cukup dipercaya oleh investor. Rasio biaya atau expense ratio-nya juga tergolong rendah, yaitu 0,46% yang berarti biaya pengelolaan dana relatif hemat.

2. Insight Retail Cash Fund

Untuk Anda yang memiliki dana yang sedikit lebih besar, Insight Retail Cash Fund menawarkan minimum pembelian Rp10.000. Dalam periode satu tahun, dana ini mencatat kenaikan hingga 5,19%, sedikit lebih tinggi dibandingkan BRI Seruni.

Walaupun AUM-nya lebih kecil, yakni Rp176,56 miliar, reksadana ini tetap menarik karena cost ratio yang mencapai 1,09%. Persentase ini lebih tinggi dari BRI Seruni, sehingga Anda perlu mempertimbangkan antara tingkat kenaikan dan beban biaya yang dikenakan dalam pengelolaan investasi.

3. Capital Money Market Fund

Capital Money Market Fund juga mematok minimum pembelian Rp10.000, sama dengan Insight Retail Cash Fund. Kenaikan dana dalam satu tahun waktu terakhir mencapai 5,09%, sedikit di bawah Insight tapi masih cukup menguntungkan. Dana kelolaannya cukup besar, yaitu mencapai Rp1,11 triliun, menunjukkan minat investor yang cukup tinggi.

Biaya pengelolaan atau expense ratio sebesar 0,64% cukup kompetitif dibandingkan Insight Retail Cash Fund. Produk ini menawarkan keseimbangan baik antara kinerja, dana kelolaan, dan biaya, cocok untuk Anda yang mencari reksadana pasar uang dengan risiko rendah dan biaya moderat.

Perbandingan Singkat Ketiga Reksadana Pasar Uang

Ketiga reksadana di atas menawarkan keuntungan dan biaya yang beragam. BRI Seruni Pasar Uang Syariah unggul dengan minimum pembelian terendah hanya Rp5.000 dan biaya rendah, membantu investor hemat. Insight Retail Cash Fund memberikan tingkat kenaikan tertinggi di antara ketiganya, walaupun dengan beban biaya pengelolaan lebih besar. Capital Money Market Fund menjadi pilihan tengah yang seimbang antara kinerja, biaya, dan dana kelolaan.

Anda bisa mempertimbangkan profil risiko dan kebutuhan investasi sebelum memilih. Sebaiknya juga cek update data terbaru secara berkala agar keputusan tetap tepat waktu dan sesuai keadaan pasar.

Memilih reksadana pasar uang dengan NAB per minimum pembelian terendah bisa memudahkan Anda mulai berinvestasi dengan modal kecil dan risiko rendah. BRI Seruni Pasar Uang Syariah, Insight Retail Cash Fund, dan Capital Money Market Fund layak diperhitungkan sebagai pilihan investasi pasar uang di Indonesia.

Bagi yang tertarik memulai atau mengembangkan portofolio, pastikan Anda mempertimbangkan kinerja, biaya, dan minimum pembelian reksadana. Dengan cara ini, investasi Anda akan lebih sesuai dengan tujuan keuangan dan kemampuan dana yang ada.

Mulai Investasi Reksadana Sekarang di Makmur.id

Kalau Anda merasa sudah siap mulai berinvestasi, gunakan platform yang mudah dan terpercaya seperti Makmur.id. Di sana, Anda dapat menemukan berbagai produk reksadana pasar uang di Makmur.id dengan pilihan minimum pembelian yang sangat terjangkau. Dengan kemudahan akses dan beragam pilihan, Makmur.id bisa jadi langkah awal Anda untuk memulai investasi reksadana secara praktis dan nyaman. Jangan tunggu lama, cek sekarang dan mulai kembangkan dana Anda!

Berita Terkait

Musim Kemarau Bukan Berarti Aman, Ini Alasan Rayap Tetap Bisa Menyerang Rumah
Persrilis.com Tawarkan Diskon Maksimal Hingga 31 Juli 2026 Untuk Perkuat Eksposur Korporasi di Era Digital
Pelantikan DPW PROPAMI Surabaya Raya Jadi Momentum Bangun Talenta Investasi Nasional
Isu PHK Massal di Gudang Garam Jadi Sorotan, Pemerintah Klaim Masih Pantau
Media Hallo.id Hadirkan Layanan Khusus Galeri Foto Perusahaan
Hallo.id Mantap Fokus Sebagai Media Ekonomi Guna Menjawab Tantangan Dunia Usaha Modern
Operasional Kopdes Merah Putih Kembali Normal, Pemerintah Redam Konflik
Wamentan Sebut Pupuk Palsu Zalim, Polri Diminta Tindak Tegas Sindikat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 13:12 WIB

Top 3 Reksadana Pasar Uang dengan NAB per Minimum Pembelian Terendah

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:59 WIB

Musim Kemarau Bukan Berarti Aman, Ini Alasan Rayap Tetap Bisa Menyerang Rumah

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:01 WIB

Persrilis.com Tawarkan Diskon Maksimal Hingga 31 Juli 2026 Untuk Perkuat Eksposur Korporasi di Era Digital

Senin, 2 Februari 2026 - 18:35 WIB

Pelantikan DPW PROPAMI Surabaya Raya Jadi Momentum Bangun Talenta Investasi Nasional

Kamis, 11 September 2025 - 15:45 WIB

Isu PHK Massal di Gudang Garam Jadi Sorotan, Pemerintah Klaim Masih Pantau

Berita Terbaru